Pemkab Sumba Barat Daya Siapkan Rp500 Juta untuk Korban Gempa Flores, ASN Diajak Berdonasi
TAMBOLAKA, iNewsSumba.id - Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, menyiapkan dana Rp500 juta untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Flores. Bantuan tersebut disiapkan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dan masyakarat terhadap penanganan bencana di wilayah kepulauan tersebut.
Informasi mengenai bantuan itu disampaikan Bupati Sumba Barat Daya melalui unggahan di media sosial beberapa hari terakhir. Pemkab SBD juga menginisiasi gerakan solidaritas dengan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah.
Dana Rp500 juta tersebut disebut berasal dari pemerintah dan masyarakat Sumba Barat Daya. Alokasi bantuan diarahkan untuk membantu warga Flores yang mengalami dampak akibat bencana gempa.
Dokumen pemerintah daerah menyebut bantuan akan ditempuh melalui mekanisme Dana Tak Terduga (DTT). Penggunaan anggaran tersebut tetap harus mengikuti kemampuan keuangan daerah serta ketentuan pengelolaan keuangan pemerintah daerah.
Langkah Pemkab SBD tidak hanya berhenti pada dukungan melalui anggaran pemerintah. Jajaran ASN juga diajak mengambil bagian dalam gerakan donasi untuk menambah dukungan bagi masyarakat Flores yang terdampak bencana.
Dalam surat edaran Bupati Sumba Barat Daya tentang Gerakan Peduli Bencana Gempa Bumi Flores Tahun 2026, partisipasi ASN ditetapkan sebesar Rp20.000 per orang. Nominal tersebut dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.
Surat edaran tersebut menegaskan bahwa partisipasi ASN bersifat sukarela. Dengan demikian, donasi Rp20.000 tidak ditempatkan sebagai kewajiban kepegawaian atau pungutan yang dapat dipaksakan.
Pemkab SBD juga mengatur agar pengumpulan dana dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Dana hasil partisipasi ASN harus dipisahkan pencatatannya dari dana yang bersumber dari APBD maupun belanja tidak terduga.
Bantuan nantinya disalurkan berdasarkan kebutuhan masyarakat terdampak bencana, hasil koordinasi dengan pemerintah daerah atau instansi berwenang, dan hasil asesmen. Mekanisme itu dimaksudkan agar bantuan yang terkumpul benar-benar diarahkan kepada kebutuhan korban.
Gerakan tersebut memperlihatkan dua jalur dukungan dari Sumba Barat Daya untuk korban gempa Flores, yakni melalui dukungan anggaran pemerintah dan partisipasi masyarakat melalui ASN. Total Rp500 juta yang disiapkan menjadi dukungan awal, sementara donasi ASN menjadi bagian dari gerakan solidaritas kemanusiaan.
Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu