Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 4.000-5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT Didata, Beasiswa Disiapkan Pemerintah
Advertisement . Scroll to see content

Selain Korban Jiwa, Gempa M7,7 NTT Lumpuhkan Ratusan Fasilitas Publik

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:07 WIB
  • author Dion. Umbu Ana Lodu
Selain Korban Jiwa, Gempa M7,7 NTT Lumpuhkan Ratusan Fasilitas Publik
Sebagian rumah penduduk yang rusak berat paska diguncang gempa bumi di Flores, NTT (Foto: Istimewa).

BORONG, iNewsSumba.id - Gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 meninggalkan kerusakan besar pada berbagai fasilitas publik. BNPB mencatat ratusan fasilitas pendidikan, kesehatan hingga rumah ibadah ikut terdampak.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Kamis (20/8/2026) petang menunjukkan dampak gempa meluas pada berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Tercatat 502 fasilitas pendidikan terdampak gempa. Selain itu, sebanyak 244 fasilitas kesehatan dan 220 rumah ibadah juga mengalami dampak akibat bencana tersebut.

Kerusakan turut terjadi pada fasilitas pemerintahan dan fasilitas pendukung lainnya. BNPB mencatat 294 unit kantor, satu gudang pupuk, 10 fasilitas irigasi dan 31 fasilitas umum terdampak.

Sektor perdagangan juga tidak luput dari dampak gempa. BNPB mencatat satu pasar mengalami kerusakan akibat guncangan gempa M7,7 tersebut.

Pada sektor transportasi, sebanyak 45 titik jalan dan 16 jembatan terdampak. Kerusakan akses tersebut menjadi salah satu kendala dalam proses distribusi bantuan dan mobilisasi personel ke sejumlah daerah.

Dampak terhadap fasilitas publik terjadi bersamaan dengan tingginya korban akibat gempa. Hingga Kamis (20/8/2026), BNPB mencatat 78 orang meninggal dunia dan 953 orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi mencapai 95.871 orang. Mereka membutuhkan dukungan logistik dan pelayanan dasar selama berada di lokasi pengungsian.

BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait terus melakukan penanganan darurat. Selain pencarian dan pertolongan, pemerintah juga berupaya memenuhi kebutuhan pengungsi serta mempercepat pemulihan infrastruktur dasar.

Kerusakan jalan dan jembatan membuat sebagian daerah sulit dijangkau. Karena itu, distribusi bantuan ke wilayah yang terisolasi dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter agar bantuan tetap dapat diterima masyarakat terdampak.

Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut