Update Gempa Flores M 7,7 : 51 Korban Jiwa, Total Korban Terdampak Capai 183 Orang
MBAY, iNewsSumba.id - Jumlah korban gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, terus bertambah. Hingga Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 14.00 WITA, tercatat 183 warga menjadi korban dalam bencana tersebut.
Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi di lapangan, sebanyak 51 orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, 132 orang lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan.
Data tersebut diperoleh melalui koordinasi antara Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, serta unsur gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Memasuki hari kedua, Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR memperluas wilayah operasi ke tiga daerah yang terdampak paling parah, yakni Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo.
Penyisiran dilakukan melalui jalur darat dengan radius pencarian mencapai 6,3 kilometer. Tim gabungan menyasar sejumlah lokasi, di antaranya Kecamatan Reo di Kabupaten Manggarai serta Kelurahan Mbay, Desa Tungurambang, Desa Nangadhero, dan Desa Marpokot di Kabupaten Nagekeo.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan operasi pencarian terus dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang belum ditemukan.
Sejauh ini, hasil penyisiran di sejumlah wilayah belum menunjukkan adanya penambahan korban meninggal dunia. Namun, proses pemantauan dan pencarian masih terus berlangsung.
Tim SAR gabungan juga berhasil mengevakuasi seorang nelayan yang dilaporkan tenggelam saat gempa terjadi di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.
Korban ditemukan pada pukul 09.30 WITA di perairan Pantai Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda. Namun, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Basarnas menegaskan bahwa data korban masih bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu. Pembaruan data akan terus dilakukan sesuai hasil verifikasi di lapangan.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu