Hidup Paulus Kaledi Berakhir Tragis, Polisi Masih Dalami Motif Pembacokan di Sumba Tengah
WAIBAKUL, iNewsSumba.id – Hidup Paulus Kaledi Wawo (45), seorang petani di Kampung Paraingu Matoku, Desa Pondok, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, berakhir tragis. Setelah mengantar selembar kain ke rumah kerabatnya, ia ditemukan tewas bersimbah darah akibat dibacok dengan parang di jalan raya kawasan Jagalimu.
Peristiwa berdarah yang terjadi pada Senin (6/7/2026) itu sontak menggegerkan warga setempat. Polisi bergerak cepat mengamankan seorang pria berinisial MMD alias Melki (30) yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.
Meski terduga pelaku telah diamankan, aparat kepolisian masih bekerja keras mengungkap motif di balik aksi kekerasan yang merenggut nyawa korban. Hingga kini, penyidik belum menyimpulkan penyebab pasti terjadinya pembunuhan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian Paulus mendatangi rumah Senen T.L. A di Kampung Jagalimu untuk menyerahkan selembar kain. Kedatangannya disambut baik oleh tuan rumah, bahkan korban dipersilakan menikmati teh sambil berbincang.
Di sela-sela perbincangan, Senen melihat beberapa pria berdiri di tepi jalan, yakni Melkianus, Markus, Darius, dan seorang pria lain yang belum dikenali identitasnya. Korban sempat menyapa mereka dan meminta Markus mengambil bahan bakar minyak di rumahnya.
Tidak lama kemudian Paulus berpamitan. Ia mengaku telah ada seseorang yang akan menjemput sehingga memilih segera meninggalkan rumah Senen.
Sementara itu, Senen melanjutkan aktivitas menuju kebun. Namun karena cucunya menangis, ia kembali ke rumah. Saat hendak mengikat kerbau di belakang rumah, ia justru menemukan Paulus sudah tergeletak di jalan dalam kondisi bersimbah darah.
Melihat kejadian tersebut, Senen segera meminta pertolongan warga sekitar. Laporan kemudian diteruskan kepada kepala dusun sebelum akhirnya polisi dari Polsek Katikutana mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.
Kapolres Sumba Barat, AKBP Johanis Nisa Pewali kepada wartawan membenarkan adanya kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ia mengatakan penyidik masih bekerja mengumpulkan seluruh fakta.
"Benar. Kasusnya masih kita dalami," kata AKBP Johanis Nisa Pewali saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).
Kapolres menjelaskan hingga kini belum diketahui secara pasti alasan pelaku melakukan pembacokan terhadap korban. Polisi memilih berhati-hati sebelum menyampaikan kesimpulan kepada publik.
"Kita dalami karena belum ada informasi yang jelas, karena secara tiba-tiba korban ditebas. Jadi kita dalami dulu kasusnya," ujarnya.
Dalam proses penyidikan, polisi telah mengamankan terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti, yakni sebilah parang yang diduga digunakan saat melakukan pembacokan, uang tunai Rp400 ribu yang ditemukan di saku korban, satu unit sepeda motor Suzuki Shogun 125, serta dua jeriken berisi BBM masing-masing berkapasitas 20 liter.
Selain mengamankan barang bukti, penyidik juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta melakukan visum terhadap jenazah korban. Seluruh rangkaian pemeriksaan itu dilakukan untuk memperjelas kronologi dan memastikan alat bukti yang cukup dalam proses hukum.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Polisi memastikan penyidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan hingga motif pembunuhan terungkap dan seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu