Operasional 1.030 Dapur MBG Disetop, Prabowo: Tak Penuhi Standar Langsung Ditutup
JAKARTA, iNewsSumba.id– Langkah tegas diambil Presiden Prabowo Subianto dalam menertibkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 1.030 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi dihentikan sementara karena tidak memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Dari hasil inspeksi mendadak dan evaluasi lapangan, ditemukan banyak dapur yang belum layak dari sisi kebersihan hingga keamanan pangan. Pemerintah pun memilih “rem darurat” demi menjaga kualitas program strategis nasional tersebut.
Dalam sesi diskusi di Hambalang, Bogor, Prabowo menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari sistem pengawasan ketat yang kini mulai diterapkan secara menyeluruh. Ia bahkan menyebut peran tim pengawas yang bekerja tanpa kompromi.
“Yang sudah di-suspend, 1.030 dapur. Kita tidak main-main,” ujarnya.
Pemerintah kini menerapkan sistem sertifikasi ketat bagi seluruh dapur MBG. Setiap unit diwajibkan memenuhi standar kebersihan, kualitas air, serta keamanan dalam proses pengolahan makanan. Tanpa itu, dapur tidak diizinkan beroperasi.
Langkah ini sekaligus menandai fase baru dalam implementasi program MBG, yang sebelumnya mendapat sorotan publik terkait kualitas pelaksanaan di lapangan. Evaluasi menyeluruh menjadi prioritas.
Prabowo memastikan, penghentian ini bersifat sementara. Dapur yang disuspend dapat kembali beroperasi setelah melakukan perbaikan dan lolos sertifikasi ulang.
“Kalau tidak beres, ditutup. Tapi kalau sudah memenuhi standar, silakan jalan lagi,” tegasnya.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu