Buyback Anjlok Lebih Dalam dari Harga Jual, Investor Emas Mulai Waspada
JAKARTA, iNewsSumba.id – Penurunan harga emas Antam pada Kamis (19/3/2026) bukan hanya terjadi di sisi jual, tetapi juga menghantam harga buyback dengan lebih tajam. Di tengah pelemahan ini, investor mulai menghitung ulang strategi.
Harga buyback emas produksi PT ANTAM Tbk turun hingga Rp83.000, kini berada di level Rp2.665.000 per gram. Angka ini menjadi perhatian karena penurunannya lebih dalam dibanding harga jual.
Kondisi ini memperlebar gap antara harga beli dan jual, yang secara tidak langsung meningkatkan risiko bagi investor jangka pendek. Mereka yang berharap keuntungan cepat justru berpotensi menahan kerugian lebih lama.
Di sisi lain, harga jual emas Antam turun Rp53.000 menjadi Rp2.943.000 per gram. Meski turun, level harga ini masih tergolong tinggi dalam konteks beberapa bulan terakhir.
Fenomena selisih harga ini menjadi bagian dari mekanisme pasar emas yang kerap berubah mengikuti kondisi global. Fluktuasi nilai tukar dan harga emas dunia menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan ini.
Transaksi harga emas tersebut berlaku di Butik Emas Logam Mulia Setiabudi One, Jakarta Selatan. Namun, keterbatasan stok untuk beberapa pecahan masih menjadi kendala yang dihadapi pembeli.
Kebijakan pajak juga turut memengaruhi minat pasar. Saat ini, pembelian emas tidak dikenakan PPN sesuai aturan pemerintah, memberikan sedikit ruang napas bagi investor.
Namun demikian, transaksi tetap dikenakan PPh 22 sebesar 0,25 persen, sesuai regulasi yang berlaku. Pajak ini menjadi bagian dari mekanisme administrasi yang tak terpisahkan dari jual beli emas.
Untuk rincian harga emas yakni, 5 gram dijual Rp14.530.000, sementara ukuran 25 gram mencapai Rp72.825.000. Adapun emas 1 kilogram dibanderol Rp2.883.600.000.
Dengan kondisi ini, investor dihadapkan pada pilihan klasik: menahan aset di tengah penurunan atau melepasnya dengan risiko harga yang belum tentu membaik dalam waktu dekat.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu