Pajura dan Pasola Wanukaka Tinggal Hitungan Hari, Tanah Marapu Bersiap Sambut Ritual Sakral
WAIKABUBAK, iNewsSumba.id-Hitungan hari terus bergulir menuju ritual sakral Pajura dan Pasola Wanukaka 2026, Kabupaten Sumba Barat, NTT. Masyarakat adat, para Rato, hingga pelaku wisata kini bersiap menyambut salah satu momentum budaya paling prestisius di Pulau Sumba itu.
Pajura dijadwalkan berlangsung pada 7 Maret 2026 di Desa Bali Loku. Tradisi tinju adat yang digelar sekitar pukul 03.00 subuh itu menjadi gerbang pembuka sebelum Pasola mencapai puncaknya dua hari kemudian.
Sementara Pasola Wanukaka akan digelar 9 Maret 2026 di Lapangan Kamaradena. Ribuan warga lokal dan wisatawan diperkirakan memadati arena untuk menyaksikan duel ksatria berkuda yang telah mendunia itu.
Bagi masyarakat penganut Marapu, rangkaian ini bukan sekadar tontonan. Pajura adalah simbol penghormatan kepada leluhur, sekaligus doa pembuka sebelum para Rato memastikan kemunculan Nyale di pesisir.
Kemunculan Nyale diyakini sebagai pertanda kesuburan dan keberhasilan musim tanam. Jika cacing laut itu melimpah, masyarakat percaya hasil pertanian akan membaik sepanjang tahun.
Setelah Pajura usai, suasana sakral akan terus terjaga hingga hari puncak Pasola. Ketegangan terasa bahkan sebelum kuda-kuda dilepas ke arena.
Pada 9 Maret nanti, para ksatria tanpa pelana akan memacu tunggangan mereka dengan kecepatan tinggi sambil melempar lembing kayu ke arah lawan. Atraksi ini sarat adrenalin, namun tetap berada dalam koridor adat yang ketat.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan juga mulai mengintensifkan koordinasi guna memastikan kelancaran acara. Arus kunjungan wisata diprediksi meningkat signifikan menjelang hari pelaksanaan.
Dengan waktu yang tersisa hanya beberapa hari lagi, Wanukaka bersiap menyambut dunia. Pajura dan Pasola 2026 bukan hanya peristiwa budaya, tetapi perayaan identitas dan spiritualitas yang tetap hidup di jantung Sumba Barat.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu