Trump Buka Peluang Negosiasi dengan Iran, Tapi Operasi Militer Tetap Jalan
WASHINGTON, iNewsSumba.id – Di tengah operasi militer yang masih berlangsung, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tetap membuka peluang negosiasi dengan Iran. Namun, ia menegaskan serangan tidak akan dihentikan sebelum target tercapai.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat diwawancarai Daily Mail. Ia menyebut operasi militer terhadap Iran diperkirakan berlangsung hingga empat pekan.
“Ini merupakan proses 4 minggu. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar 4 minggu,” kata Trump.
Meski demikian, ia mengakui pihak Iran menunjukkan keinginan untuk berbicara. Namun, Trump menilai momentum tersebut sudah terlewat.
“Saya tidak tahu. Mereka ingin berbicara, tetapi saya sampaikan, ‘Seharusnya Anda bicara pekan lalu, bukan sekarang’,” ujarnya.
Trump menegaskan operasi tempur tetap berjalan dengan kekuatan penuh. Ia tidak memerinci apa saja tujuan strategis dari serangan gabungan tersebut.
“Operasi tempur terus berlanjut saat ini dengan kekuatan penuh, dan akan terus berlanjut sampai semua tujuan kita tercapai,” katanya.
Konflik ini disebut telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta puluhan pejabat pemerintah dan militer Iran.
Di sisi lain, Trump juga mengakui tiga tentara AS tewas akibat serangan balasan Iran. Ia bahkan memperkirakan kemungkinan korban tambahan.
“Tetapi pada akhirnya ini akan menjadi hal yang hebat bagi dunia,” kata Trump dalam unggahannya di Truth Social.
Dengan kombinasi tekanan militer dan sinyal diplomasi yang ambigu, konflik AS-Iran kini berada di persimpangan: antara eskalasi lebih luas atau peluang perundingan yang belum tentu terwujud dalam waktu
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu