get app
inews
Aa Text
Read Next : Dari Nobel Perdamaian hingga Karakas: Machado Dedikasikan Penghargaannya untuk Trump

Serangan Dini Hari ke Karakas: Militer AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Minggu, 04 Januari 2026 | 08:08 WIB
header img
Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebelum dan setelah ditangkap militer Amerika Serikat-Foto Kolase: istimewa

WASHINGTON, iNewsSumba.id – Dini hari yang sunyi di Karakas berubah menjadi mimpi buruk. Ledakan keras mengguncang Ibu Kota Venezuela, Sabtu (3/1/2026), ketika militer Amerika Serikat melancarkan operasi besar-besaran yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Operasi militer tersebut dilaporkan melibatkan pasukan elite anti-terorisme Delta Force yang diterjunkan langsung ke pusat kekuasaan Venezuela. Target utama operasi bukan sekadar instalasi strategis, melainkan kepala negara Venezuela itu sendiri.

Menurut informasi yang beredar, Maduro ditangkap bersama istrinya, Cilia Flores, sebelum kemudian dievakuasi keluar dari wilayah Venezuela. Penangkapan ini menandai eskalasi dramatis dalam hubungan Washington–Karakas yang selama bertahun-tahun membeku dalam ketegangan diplomatik.

Senator Amerika Serikat asal Utah, Mike Lee, mengonfirmasi penangkapan tersebut melalui media sosial X setelah melakukan komunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.

“Dia (Marco Rubio) memberi tahu saya bahwa Nicolas Maduro ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas tuduhan kriminal di Amerika Serikat,” ujar Lee, seperti dikutip dari CNN.

Lee menyebut operasi militer ini dilakukan untuk melindungi aparat penegak hukum AS yang menjalankan surat perintah penangkapan terhadap Maduro. Ia menegaskan tindakan tersebut berada dalam koridor kewenangan presiden AS.

“Tindakan ini kemungkinan termasuk dalam wewenang inheren Presiden berdasarkan Pasal II Konstitusi untuk melindungi personel Amerika Serikat,” katanya.

Namun, serangan ini memicu pertanyaan serius mengenai legalitas penggunaan kekuatan militer tanpa deklarasi perang resmi dari Kongres AS. Lee sendiri mengaku sebelumnya menyimpan kekhawatiran atas langkah tersebut.

“Saya berharap ada dasar konstitusional yang jelas untuk membenarkan tindakan ini tanpa deklarasi perang,” ucapnya.

Di Karakas, suara ledakan membangunkan warga dari tidur lelap. Kepanikan merebak ketika asap dan dentuman terdengar di berbagai sudut kota, menandai salah satu intervensi militer AS paling berani dalam satu dekade terakhir.

Penangkapan Maduro membuka babak baru konflik geopolitik di Amerika Latin, sekaligus menempatkan Venezuela di pusaran krisis internasional yang berpotensi meluas.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut