get app
inews
Aa Text
Read Next : Prabowo Murka Lihat Anak Sekolah Basah-setiap Hari: Koruptor Harus Lihat Ini!

300 Ribu Penyeberangan Sungai Tanpa Jembatan: Prabowo Ingin Eksekusi Cepat, Bukan Lagi Janji

Sabtu, 29 November 2025 | 09:38 WIB
header img
Satgas 300 ribu jembatan dibentuk Presiden Prabowo Subianto-Foto: Sekretariat Presiden

JAKARTA, iNewsSumba.id – Presiden Prabowo Subianto menyoroti fakta mencengangkan: sekitar 300.000 penyeberangan sungai di Indonesia masih tanpa jembatan layak. Kondisi memprihatinkan ini dinilainya sebagai persoalan mendasar yang harus diselesaikan tanpa melihat kalender politik.

Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Jumat (28/11/2025), Prabowo menayangkan video anak-anak yang setiap hari menantang arus sungai untuk menuju sekolah. “Ini terjadi tiap hari. Mereka basah pergi, basah pulang,” ujarnya.

Menurut Prabowo, pembangunan infrastruktur dasar tidak boleh tunduk pada formalitas birokrasi. “Kita kerjakan ini. Kita selesaikan ini,” tegasnya.

Untuk itu ia membentuk Satgas Darurat Jembatan Sungai, sebuah tim besar yang melibatkan Zeni TNI, unsur Polri, akademisi, dan kompi konstruksi. Ia menyebut seluruh tim akan bergerak cepat ke desa-desa.

Fokus utama satgas ialah membangun jembatan penyeberangan yang aman bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang menjadi kelompok paling rentan. “Anak-anak kita teriak, dan kita wajib menjawab,” katanya.

Prabowo menegaskan bahwa fase pemerintahan saat ini bukan lagi soal menyusun rencana, tetapi mengeksekusi kebutuhan rakyat secara cepat dan tepat. “Sekarang adalah bagaimana menyelesaikan masalah secepat mungkin,” ujarnya.

Menurutnya, rakyat di lapisan terbawah tidak bisa terus menunggu. Ia menilai masalah seperti ini seharusnya sudah ditangani bertahun-tahun lalu. “Rakyat kita yang paling bawah tidak bisa menunggu,” katanya.

Ia juga menyinggung beban kerja para menteri yang terus berlanjut hingga akhir pekan. Prabowo mengaku sempat berniat mengurangi rapat pada 2026, namun urung setelah melihat video anak-anak di sungai. “Tahun 2027 mungkin baru bisa,” ujarnya.

Prabowo menekankan bahwa setiap pemimpin lembaga harus peka terhadap jeritan masyarakat kecil. “Kalau kita mau Indonesia Emas, ya kita harus mulai dari kebutuhan paling dasar,” katanya.

Ia menutup pidatonya dengan ajakan membangun sinergi nasional. “Semua unsur harus kompak, supaya rakyat bisa melihat hasil nyata,” ujarnya.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut