Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : MBG Tak Libur di Wilayah 3T, Pemerintah Tambah Hari Demi Tekan Stunting Anak Sekolah
Advertisement . Scroll to see content

Ombudsman: Ratusan Siswa Keracunan di Kupang dan Tambolaka, Audit Dapur dan Yayasan Penyedia MBG

Jum'at, 25 Juli 2025 | 17:32 WIB
  • author Dion. Umbu
Ombudsman: Ratusan Siswa Keracunan di Kupang dan Tambolaka, Audit Dapur dan Yayasan Penyedia MBG
Sebagian siswa yang dilarikan ke RSUD karena diduga keracunan usai menyantap menu MBG di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT-Foto: Tim iNews

KUPANG, iNewsSumba.id – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan setelah ratusan siswa di dua wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami dugaan keracunan massal. Ombudsman Republik Indonesia pun angkat bicara dan menyoroti potensi maladministrasi serius dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut.

Dalam kejadian terpisah, lebih dari 140 siswa di SMP Negeri 8 dan SD Negeri Tenau, Kota Kupang, dilaporkan mengalami gejala keracunan. Sementara di Kabupaten Sumba Barat Daya, 75 siswa dari tiga sekolah — SMAN 1 Tambolaka, SMKN 2 Tambolaka, dan SMK Don Bosco — mengalami hal serupa usai menyantap makanan dari program MBG.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, menyatakan bahwa insiden ini berpotensi dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2013. “Jika ditemukan dua orang atau lebih dengan gejala sama setelah konsumsi makanan yang sama, maka itu masuk kategori KLB,” ujarnya, Jumat (25/7/2025).

Lebih jauh, Ombudsman menilai insiden ini menunjukkan kegagalan pengawasan, termasuk pada proses distribusi dan dapur penyedia makanan. Lembaga ini mendesak audit menyeluruh terhadap yayasan pelaksana MBG dan dapur penyedia makanan.

“Ini bukan hanya soal makanan basi, tapi kegagalan sistemik. Pemerintah harus bertanggung jawab penuh,” tegas Darius.

Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut