Koppesda Fasilitasi Kampanye Perubahan Iklim, Dorong Pemuda Tanggedu dan Mondu Jadi Local Champions

SUMBA TIMUR, iNewsSumba.id – Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan dampak perubahan iklim serta strategi mitigasi melalui media sosial, Yayasan Koordinasi Pengkajian dan Pengelolaan Sumber Daya Alam (Koppesda) menggelar pelatihan khusus bagi pemuda dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Sumba Timur. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (21/2/2025) siang lalu menghadirkan tiga narasumber berpengalaman di bidang fotografi, videografi, dan meteorologi.
Pelatihan yang dikemas dalam format diskusi santai ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan keterampilan menciptakan konten kreatif yang informatif dan edukatif terkait perubahan iklim. Heinrich Dengi, seorang pegiat fotografi dan media sosial, berbagi tips dan trik dalam mengambil foto yang menarik. Sementara itu, Dion Umbu Ana Lodu, video jurnalis dari iNews Media Group, mengajarkan teknik pengambilan video yang mampu menyampaikan pesan dalam rangkaian cerita yang kuat.
Tak hanya soal teknis visual, Kepala Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda, Carles Alexander Tari, turut memberikan materi mengenai pemahaman informasi cuaca dan iklim. Dengan bekal ini, peserta diharapkan mampu membaca, memahami, serta menyebarluaskan informasi cuaca dan iklim, baik dasarian, bulanan, maupun triwulanan kepada masyarakat luas. Informasi ini sangat penting bagi sektor pertanian, perikanan, peternakan, serta mitigasi bencana.
Direktur Yayasan Koppesda, Denny K. Limu, menyampaikan harapannya bahwa melalui pelatihan ini, pemuda Sumba Timur umjnya dan Pokdarwis Tanggedu serta Pemuda Desa Mondu dapat berperan aktif dalam menyuarakan isu adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.
“Di era digital ini, konten kreatif berbasis foto dan video yang kuat dapat menjadi alat edukasi yang efektif bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu peserta dari Pokdarwis Tanggedu, Umbu Anarara, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi mereka dalam mengemas informasi desa secara menarik. “Kami jadi lebih memahami cara mengambil foto dan video yang baik serta menggunakannya sebagai narasi untuk menyebarluaskan informasi tentang potensi desa kami, termasuk kampanye perubahan iklim. Selain itu, kami juga lebih mengenal manfaat aplikasi terkait cuaca yang disampaikan oleh BMKG,” katanya.
Pelatihan ini didukung oleh NLGF (Next Level Grants Facility)-VCA dan The Samdhana Institute, yang berkomitmen untuk mendukung inisiatif lokal dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Dengan semakin meningkatnya kesadaran dan keterampilan pemuda lokal dalam mengomunikasikan isu lingkungan, diharapkan kampanye perubahan iklim dapat semakin luas menjangkau masyarakat.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu