Menurut analisis BMKG, gempa ini berkaitan dengan aktivitas sesar aktif. Mekanisme sumber gempa menunjukkan pergerakan turun atau normal fault, yang menjadi bagian dari karakteristik sumber gempa tersebut.
BMKG memastikan gempa M4,7 yang mengguncang Sumba Timur tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan. Kepastian ini menjadi informasi penting bagi masyarakat agar tidak terpengaruh oleh kabar yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.
Gempa tersebut juga terjadi dalam periode rangkaian gempa susulan setelah gempa bermagnitudo 5,9 mengguncang wilayah Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, pada 4 Oktober 2026 pukul 05.55.52 WIB.
Hingga Jumat (9/10/2026) pukul 01.21 WIB, BMKG mencatat sebanyak 585 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 4,8. Aktivitas kegempaan tersebut masih menjadi perhatian dalam pemantauan BMKG.
BMKG mengimbau warga Sumba Timur tetap tenang dan menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa. Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG yang telah terverifikasi.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
