BMKG memprediksi sebagian kecil wilayah NTT mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Sementara sebagian besar wilayah NTT diperkirakan baru mengalami awal musim hujan pada Desember.
Fenomena El Nino sendiri dipantau menggunakan Indeks Nino 3,4. Berdasarkan pemantauan BMKG, El Nino saat ini berada pada level sangat kuat dan diprediksi berakhir pada akhir catur wulan pertama 2027.
“Berdasarkan pemantauan terkini, El Nino saat ini masih bertahan dan telah mencapai level sangat kuat. Imbasnya, awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mundur,” tulis BMKG.
BMKG menilai keterlambatan musim hujan perlu diwaspadai karena berpotensi memperpanjang kekeringan. Kondisi tersebut diperkirakan berangsur membaik ketika musim hujan mulai berlangsung di wilayah yang terdampak.
“Musim hujan yang datang terlambat perlu diwaspadai karena berpotensi membuat kekeringan berlanjut hingga Oktober,” papar BMKG.
Masyarakat NTT dan wilayah Indonesia Timur lainnya diminta tidak hanya mengandalkan perkiraan awal musim hujan, tetapi juga memantau pembaruan informasi BMKG. Prediksi dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer dan iklim.
“Seiring perkembangan kondisi iklim, BMKG akan terus memperbarui prediksi. Masyarakat diimbau selalu mengecek informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG,” imbau BMKG.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
