JAKARTA, iNewsSumba.id — Nama Nihi Sumba kembali mencuat di panggung perhotelan internasional. Resor yang berada di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersebut berhasil masuk dalam Michelin Keys 2026 sekaligus daftar The 50 Best Hotels 2026.
Dalam Michelin Keys 2026, Nihi Sumba mendapatkan penghargaan tertinggi bagi hotel dan resor Indonesia, yakni 3 Keys dengan kategori “An Extraordinary Stay”.
Predikat tersebut menempatkan Nihi Sumba bersama Amanjiwo di Magelang dan Mandapa Ritz Carlton Reserve di Ubud, Bali, sebagai tiga properti Indonesia yang meraih 3 Keys dari Michelin Guide tahun ini.
Secara keseluruhan, Indonesia mencatat rekor dengan 47 hotel dan resor masuk Michelin Keys 2026. Jumlah tersebut meningkat dari 33 hotel dan resor pada tahun sebelumnya.
Selain Michelin Keys, Nihi Sumba juga tercatat dalam The 50 Best Hotels 2026. Resor tersebut berada di posisi ke-35 dalam daftar hotel terbaik yang disusun berdasarkan ulasan dan analisis jaringan pakar global.
Kemenpar menyebut Nihi Sumba menawarkan perpaduan antara kemewahan kelas dunia dengan pelestarian budaya lokal, arsitektur tradisional, serta komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Di Bali, Desa Potato Head Seminyak juga masuk dalam daftar The 50 Best Hotels 2026 dan berada di posisi ke-21. Hotel tersebut dikenal menawarkan perpaduan hotel butik, beach club, pusat seni dan budaya, serta komitmen terhadap kelestarian lingkungan.
Sementara Mandapa di Bali tercatat pada posisi ke-61 dalam daftar yang sama. Properti tersebut menggabungkan pelayanan mewah dengan lanskap Ubud dan kearifan lokal.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan berbagai penghargaan internasional itu menjadi cerminan meningkatnya daya saing sektor hospitality Indonesia.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengelola dan insan hospitality yang terus konsisten menjaga standar kualitas,” ujar Menpar Widiyanti dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).
Menurut Kemenpar, berbagai pencapaian tersebut dapat menjadi momentum bagi pelaku industri untuk mempertahankan kualitas sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia.
“Mari kita manfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Menteri Widiyanti.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
