BMKG: Gempa Susulan Bisa Terjadi, tetapi Tidak Akan Lebih Besar dari Gempa Utama

Dion. Umbu Ana Lodu
Ilustrasi AI, Kupang diguncang gempa, warga diminta waspada dan jangan percaya hoaks. (Foto: Istimewa).

KUPANG, iNewsSumba.id – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 yang mengguncang Kota Kupang dan sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (26/7/2026), memunculkan kekhawatiran masyarakat akan kemungkinan terjadinya gempa susulan. Menjawab keresahan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa gempa susulan memang berpotensi terjadi, namun kekuatannya tidak akan melebihi gempa utama.

Penjelasan tersebut disampaikan BMKG sebagai bagian dari edukasi mitigasi bencana agar masyarakat memperoleh pemahaman yang benar mengenai fenomena gempa bumi. Menurut BMKG, keberadaan gempa susulan merupakan proses alam yang lazim terjadi setelah gempa utama akibat penyesuaian kondisi batuan di bawah permukaan bumi.

Dalam penjelasan resminya, BMKG menyebutkan bahwa potensi gempa susulan bergantung pada struktur batuan sumber gempa, tingkat akumulasi energi, serta toleransi tekanan yang terjadi di dalam kerak bumi. Karena dipengaruhi kondisi geologi di lokasi sumber gempa, tidak semua gempa utama akan diikuti oleh gempa susulan dalam jumlah banyak.

"Potensi gempa susulan bisa saja terjadi. Namun yang perlu diketahui, gempa susulan tidak akan lebih besar dari gempa utama," demikian penjelasan BMKG kepada masyarakat sebagai informasi yang dapat disampaikan kembali oleh berbagai pihak untuk menghindari kepanikan.

Gempa yang mengguncang Kupang sendiri terjadi pada Minggu sore dengan parameter magnitudo 5,3 pada kedalaman 44 kilometer. Episenter berada sekitar 18 kilometer di timur laut Kota Kupang. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi dengan mekanisme sesar naik (thrust fault) serta tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Getaran gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Kabupaten Kupang dengan intensitas mencapai V MMI, sementara Kota Kupang, Soe, Kefamenanu, dan Baa merasakan guncangan IV MMI. Kondisi itu sempat membuat sebagian warga keluar rumah untuk menghindari risiko tertimpa material bangunan apabila terjadi guncangan lanjutan.

Meski demikian, hasil pemantauan BMKG hingga pukul 18.24 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan. Kondisi tersebut menjadi kabar yang menenangkan bagi masyarakat, namun kewaspadaan tetap perlu dijaga mengingat aktivitas seismik dapat berkembang sesuai dinamika geologi di wilayah tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu atau informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan yang tidak memiliki dasar ilmiah. Seluruh informasi mengenai aktivitas gempa bumi, termasuk potensi gempa susulan, hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG yang telah terverifikasi.

Selain itu, masyarakat diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa hingga dipastikan aman untuk ditempati. Langkah sederhana seperti mengenali jalur evakuasi, mematikan aliran listrik bila diperlukan, serta tetap berada di area terbuka setelah terjadi guncangan juga menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi risiko korban.

Peristiwa gempa di Kupang menjadi momentum penting untuk meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat. Pemahaman yang benar mengenai gempa susulan akan membantu warga mengambil keputusan secara rasional saat bencana terjadi, sehingga kepanikan dapat diminimalkan dan penyebaran informasi yang menyesatkan dapat dicegah.

BMKG berharap masyarakat Nusa Tenggara Timur tetap tenang, meningkatkan kesiapsiagaan, serta terus mengikuti perkembangan informasi resmi. Dengan edukasi yang baik dan disiplin dalam mengikuti arahan lembaga berwenang, risiko yang ditimbulkan akibat bencana gempa bumi dapat ditekan seminimal mungkin.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network