JAKARTA, iNewsSumba.id – Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka, menyoroti kematian misterius seorang pria bernama Ermanto Usman (65) yang ditemukan tewas di kediamannya di kawasan Jatibening, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Politisi tersebut menilai kasus ini tidak bisa dipandang sebagai tindak kriminal biasa.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rieke menyebut kematian Ermanto patut dicermati lebih serius oleh aparat penegak hukum. Ia melihat adanya indikasi kuat bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan upaya membungkam suara kritis.
“Saya melihat ada indikasi kuat ini bukan sekadar pembunuhan, melainkan bentuk pembungkaman terhadap seseorang yang bersuara soal dugaan korupsi di sektor pelabuhan,” ujar Rieke dalam unggahannya, Jumat (6/3/2026).
Rieke mengenang Ermanto sebagai sosok yang dikenal berani berbicara soal dugaan penyimpangan yang terjadi di sektor strategis, khususnya di bidang kepelabuhanan. Bagi Rieke, sikap tersebut lahir dari hati nurani, bukan kepentingan pribadi.
Ia menilai Indonesia kembali kehilangan satu suara yang berani mengungkap kebenaran. Kepergian Ermanto, kata dia, menjadi pukulan bagi upaya pemberantasan korupsi dan transparansi publik.
“Orang bisa saja dibungkam, tetapi kebenaran tidak boleh ikut dikubur,” kata Rieke.
Rieke juga mendesak aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian hingga Komisi Pemberantasan Korupsi, untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“Jangan berhenti pada pelaku lapangan. Jika ada dalang di balik ini, mereka harus dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.
Menurut Rieke, luka yang dialami Ermanto bukan sekadar luka fisik akibat kekerasan yang menimpanya. Ia menyebut ada luka yang lebih dalam bagi keadilan di negeri ini.
“Pak Ermanto meninggal setelah mengalami hantaman benda tajam dan tumpul di sekujur tubuhnya. Tapi luka yang paling dalam bukan di tubuhnya, melainkan di wajah hukum Indonesia,” ujarnya.
Diketahui, Ermanto Usman dan istrinya yang berinisial P (60) menjadi korban penyerangan orang tak dikenal di rumah mereka di Bekasi. Insiden itu terjadi pada dini hari saat waktu sahur.
Ermanto meninggal dunia di tempat, sementara istrinya mengalami luka serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
