Tembus Medan Sulit Pasca-Gempa Flores, Polisi Bawa Perangkat Khusus Buka Sinyal Warga
BORONG, iNewsSumba.id - Pascagempa Flores, persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak bukan hanya kerusakan rumah dan fasilitas umum. Terputusnya akses komunikasi juga menjadi persoalan serius, terutama bagi warga yang ingin memastikan kondisi keluarga mereka.
Situasi itu mendorong jajaran Polres Manggarai Timur mengambil langkah untuk membuka kembali akses komunikasi bagi masyarakat. Salah satunya dilakukan dengan membawa perangkat WONTECH Polri menuju lokasi terdampak bencana.
Kasi TIK Polres Manggarai Timur, Bripka Gerson, menjadi salah satu personel yang turun langsung membawa perangkat tersebut. Ia berjalan menembus medan menuju masyarakat yang membutuhkan akses komunikasi.
Perjalanan itu dilakukan menuju wilayah Ronting, Desa Santar Kampas, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Medan yang harus dilalui menjadi bagian dari tantangan dalam upaya pemulihan komunikasi pascagempa.
Perangkat WONTECH POLRI kemudian dibawa untuk membantu warga korban bencana mendapatkan kembali sarana komunikasi. Dengan adanya akses tersebut, masyarakat diharapkan dapat menghubungi keluarga maupun orang-orang terdekat.
Bagi warga yang berada di tengah situasi bencana, komunikasi memiliki arti yang jauh lebih besar dibanding sekadar tersedianya jaringan. Satu pesan singkat bisa menjadi penanda bahwa seseorang masih selamat dan berada dalam kondisi aman.
Pesan seperti “Kami selamat”, “Kami ada di sini”, atau “Jangan khawatir” menjadi kabar yang sangat dinantikan keluarga. Karena itu, pemulihan komunikasi menjadi bagian penting dalam penanganan kondisi pascabencana.
Langkah Bripka Gerson juga menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak selalu dilakukan melalui bantuan berupa makanan, obat-obatan maupun kebutuhan dasar lainnya. Akses informasi dan komunikasi turut menjadi kebutuhan masyarakat yang harus diperhatikan.
Dengan membawa perangkat komunikasi menuju lokasi terdampak, personel Polres Manggarai Timur berupaya mendekatkan layanan kepada warga. Keterbatasan medan tidak menjadi alasan untuk menunda upaya penyambungan komunikasi.
Bagi masyarakat terdampak gempa Flores, hadirnya kembali akses komunikasi memberikan ruang untuk menyampaikan kabar sekaligus mengurangi kekhawatiran keluarga yang berada jauh dari lokasi bencana.
Dari Ronting, Desa Santar Kampas, upaya itu menjadi gambaran bahwa pemulihan pascabencana juga membutuhkan keberanian untuk menjangkau titik-titik yang sulit.
Sebab dalam situasi bencana, komunikasi bukan sekadar persoalan sinyal. Ketika sebuah pesan berhasil terkirim, di saat yang sama ada harapan yang kembali tersambung.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu