get app
inews
Aa Text
Read Next : Dari Tontonan Jadi Tragedi, Ombak Pantai Waibuku, Kodi Balaghar Renggut Nyawa Anak-anak

Dihantam Gelombang 4 Meter, KM Abadi Jaya Patah Dua di Pesisir Kodi Balaghar

Senin, 26 Januari 2026 | 07:30 WIB
header img
KM Abadi Jaya A1 terdampar di pesisir Pantai Waibuku, Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT. Kondisi kapal patah dua bagian paska dihantam ombak-Foto: istimewa

TAMBOLAKA, iNewsSumba.id- Satu unit kapal penangkap ikan bernama lambung KM Abadi Jaya A1 terdampar di pesisir Pantai Waibuku, Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah diterjang angin kencang dan gelombang besar saat memasuki perairan setempat.

Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, itu diketahui tidak mampu melawan kuatnya arus laut dan ombak tinggi, hingga terseret ke tepian pantai dan kandas dalam kondisi rusak parah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu subuh ketika gelombang di wilayah Selat Sumba bagian barat dilaporkan sedang tinggi. Badan kapal yang terus dihantam ombak akhirnya patah di bagian tengah.

Ratusan warga sekitar berdatangan ke lokasi kejadian. Bersama aparat Kepolisian dari Polsek Kodi Balaghar, warga membantu proses evakuasi nahkoda dan seluruh anak buah kapal (ABK).

Kapal tersebut mengangkut sekitar 30 orang ABK. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh kru kapal dilaporkan selamat dan telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Nahkoda KM Abadi Jaya A1 diketahui bernama Naryudi, warga asal Pekalongan, Jawa Tengah. Ia mengaku kondisi cuaca berubah ekstrem saat kapal mendekati perairan Kodi Balaghar.

“Kapal sudah tidak bisa dikendalikan karena ombak dan angin sangat kuat,” ujar Naryudi kepada petugas di lokasi.

Kepala Desa Waimaringi, Petrus Pati Dita, mengatakan keberadaan kapal tersebut langsung menarik perhatian warga sejak pagi hari.

“Warga datang membantu evakuasi ABK dan mengamankan barang-barang dari kapal,” kata Petrus.

Saat ini, proses penanganan masih dilakukan dengan menurunkan muatan kapal berupa beras, bahan bakar minyak, gula, dan perbekalan lainnya untuk mengurangi beban kapal.

Sementara itu, BMKG NTT mengingatkan potensi gelombang tinggi masih terjadi hingga akhir Januari di perairan selatan dan barat Sumba.

BMKG mencatat tinggi gelombang berkisar antara 2,5 hingga 4 meter dan mengimbau nelayan serta pengguna jasa laut untuk menunda aktivitas pelayaran demi keselamatan.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut