Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tiga Jabatan Strategis Polres Sumba Timur Berganti, Kapolres Minta Pejabat Baru Segera Beradaptasi
Advertisement . Scroll to see content

Ketimpangan Gender Dalam Dunia Miliarder, Perempuan Hanya 13 Persen Masuk Kategori 2025

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 06:54 WIB
  • author Dion. Umbu, Aditya Pratama
Ketimpangan Gender Dalam Dunia Miliarder, Perempuan Hanya 13 Persen Masuk Kategori 2025
Miliarder perempuna di dunia hanya 403 orang-Foto: Ilustrasi/Pinterest

JAKARTA, iNewsSumba.id – Di balik gemerlap daftar miliarder Forbes 2025, ada fakta yang masih mencemaskan: hanya 13 persen dari kelas miliarder dunia adalah perempuan. Angka ini naik tipis dari 10 persen satu dekade lalu, namun tetap menunjukkan jurang ketimpangan yang lebar.

Laporan Knight Frank 2025 menegaskan, laki-laki masih mendominasi 87 persen daftar miliarder global. Meski kekayaan perempuan dunia mencapai 2,23 triliun dolar AS, jumlah itu hanya sebagian kecil dari total kekayaan kelas superkaya.

Amerika Serikat memimpin dengan 124 miliarder perempuan, termasuk Alice Walton yang menguasai harta Rp1.882 triliun dari Walmart. Jerman menyusul dengan 48 orang, dipimpin Susanne Klatten yang mengendalikan saham BMW dan farmasi Altana. Sementara China menempatkan 47 miliarder perempuan dengan Zheng Shuliang di puncak daftar.

Italia dan India juga masuk lima besar dengan masing-masing 22 dan 18 miliarder perempuan. Nicoletta Zampillo dari Italia meraih kekayaan Rp122,58 triliun berkat warisan EssilorLuxottica, sedangkan Savitri Jindal dari India memimpin dengan Rp632,55 triliun dari konglomerasi baja Jindal Group.

Meskipun terlihat menjanjikan, fakta bahwa jumlah perempuan masih sangat kecil dalam jajaran miliarder menunjukkan hambatan struktural yang nyata. “Perempuan masih minoritas, meski kontribusi mereka semakin meluas ke sektor teknologi, keuangan, hingga barang mewah,” tulis Forbes.

Dengan hanya 403 miliarder perempuan di seluruh dunia, narasi ini sekaligus menyoroti perjalanan panjang menuju kesetaraan ekonomi global. Kekayaan mungkin kian terdiversifikasi, namun gender gap tetap menjadi garis batas yang sulit ditembus.

Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut