KUPANG, iNewsSumba.id - Rangkaian gempa bumi susulan pascagempa utama magnitudo 7,7 di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mencapai 20.619 kejadian. Data pembaruan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Jumat, 9 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB, juga mencatat 39 gempa susulan dengan magnitudo di atas 5.
Dari keseluruhan gempa susulan tersebut, sebanyak 219 kejadian dilaporkan dirasakan. Angka itu merupakan bagian dari total gempa yang tercatat dalam pemantauan BMKG setelah gempa utama Flores M7,7.
BMKG mencatat gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2. Sementara itu, gempa susulan terkecil tercatat bermagnitudo 0,9.
Keberadaan 39 gempa susulan dengan magnitudo di atas 5 menjadi salah satu informasi penting dalam rangkaian pemantauan kegempaan di Flores. Namun, data magnitudo tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan besarnya dampak yang terjadi di setiap wilayah.
Dampak guncangan gempa dapat berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Jarak dari sumber gempa, kedalaman, kondisi tanah, serta kualitas bangunan merupakan sejumlah faktor yang memengaruhi tingkat guncangan dan kemungkinan kerusakan.
Jumlah 20.619 gempa susulan juga perlu dipahami sebagai total kejadian yang tercatat hingga batas waktu pembaruan. Tidak semua gempa tersebut dirasakan masyarakat, sebagaimana terlihat dari data BMKG yang mencatat 219 kejadian dirasakan.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
